Kamis, 16 Juli 2026

Adaro Hijaukan Bekas Tambang Paringin Utara, Giat Momentum Hari Lingkungan Hidup


PT Adaro Indonesia bersama mitra kerja melakukan penanaman pohon di area kawasan model pascatambang Paringin Utara

Balangan, Tirai Kota. - Mengakhiri rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026, PT Adaro Indonesia melaksanakan penanaman pohon bersama mitra kerja di Area View Point bekas tambang Paringin Utara, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (6/7/2026)

Kegiatan ini menjadi langkah untuk meningkatkan awareness bersama dalam pengembangan kawasan model pascatambang Paringin Utara yang diproyeksikan sebagai ekosistem fungsional sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat, sesuai dengan kriteria keberhasilan pascatambang.

Menggunakan konsep Ecological Green Belt (EGB) sebagai bagian dari strategi pemulihan lingkungan, pengembangan kawasan model pascatambang Paringin Utara menjadi salah satu tahapan prioritas. Dengan memiliki area seluas 400 hektar, model pascatambang Paringin Utara 20 kali lebih besar dibandingkan dengan kawasan model pascatambang Paringin Tengah yang sebelumnya telah dikembangkan.

"Melalui model EGB, kita menyiapkan jenis tanaman khusus pada dinding pit dan sekitar kolam untuk mendukung kestabilan lereng sebelum mencapai titik overflow," jelas Fazlul Wahyudi, Project Management Reclamation & DAS Rehabilitation Section Head PT Adaro Indonesia.

Berbagai jenis tanaman disebar di area ini, sedikitnya ada 25 jenis tanaman jenis ficus dan 25 jenis tanaman buah. Penanaman berbagai jenis tanaman ini  sebagai bagian dari tahapan awal pengembangan kawasan pascatambang.

Ke depan, upaya pemulihan ini juga direncanakan mencakup pembangunan wetland atau lahan basah untuk mengelola kualitas air yang keluar dari area Paringin Utara. Sistem tersebut akan mendukung transisi pengolahan air dari metode aktif menuju metode pasif, sehingga air dapat terproses alami sebelum dialirkan ke lingkungan sesuai baku mutu lingkungan.

Fazlul menjelaskan, pendekatan yang telah diterapkan di kawasan model pascatambang Paringin Tengah akan menjadi acuan dalam pengembangan kawasan Paringin Utara dan area tambang Adaro Indonesia lainnya. Melalui pengelolaan yang bertahap, kawasan tersebut memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber air bersih, budidaya perikanan, hingga pengembangan pertanian terapung.

Environmental Sustainable Department Head PT Adaro Indonesia, Mekka Riadhah, menegaskan bahwa keberhasilan pascatambang merupakan hasil kolaborasi berbagai fungsi di perusahaan, mulai dari tim operasi, perencanaan, reklamasi, hingga CSR.

"Tugas kita belum berakhir dengan selesainya penambangan. Pascatambang adalah fase krusial untuk mengembalikan fungsi lingkungan agar produktif kembali," ujar Mekka.

Ia menambahkan, kegiatan penanaman pohon ini menjadi langkah awal untuk memastikan lahan pascatambang dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat di masa mendatang. (*)

Advertorial

Super Admin

Alfahri

Silahkan Masuk untuk berkomentar pada postingan!

Anda mungkin juga suka