- oleh Alfahri
- 09 Februari 2026
Foto bersama seluruh peserta dengan para narasumber usai kegiatan dilaksanakan.
Amuntai, Tirai Kota. - Mengusung tema "Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penerapan Standar Rumah Aman, Sehat, dan Layak Huni". Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Universitas Sapta Mandiri (Univsm) Kabupaten Balangan berikan dampak positif untuk masyarakat.
Program hasil kolaborasi Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Hukum ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya hunian yang memenuhi aspek teknis, kesehatan lingkungan, serta legalitas hukum.
Melalui program ini, Univsm kembali menegaskan perannya sebagai mitra masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup, khususnya dalam mendukung program pemerintah terkait pengentasan rumah tidak layak huni dan pembangunan hunian yang aman, sehat, serta berkelanjutan.
Desa Kandang Halang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), menjadi desa pilihan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan. Desa ini dipilih berdasarkan pada kondisi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses informasi serta masih ditemukannya rumah yang belum memenuhi standar layak huni.
Puluhan warga desa yang mengikuti kegiatan ini antusias mengikuti jalannya kegiatan, Jum'at (3/4). Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan beberapa sesi acara seperti diantaranya penyuluhan, diskusi interaktif, mengenai standar teknis rumah layak huni terkait penghawaan, pencahayaan, sanitasi, dan kekuatan struktur bangunan.
Materi teknis disampaikan oleh tim dari program studi teknik sipil, sementara materi terkait aspek hukum perumahan disampaikan oleh tim dari Program Studi Hukum.
Kepala Program Studi Teknik Sipil Univsm, Nadya Kartika Dewi, yang juga menjadi penanggung jawab utama kegiatan, menegaskan bahwa pengabdian ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami melihat masih banyak masyarakat yang membangun rumah, tanpa memperhatikan standar teknis yang tepat. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman sederhana namun aplikatif agar masyarakat bisa mulai memperbaiki kualitas huniannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep rumah layak huni tidak harus selalu mahal, tetapi harus memenuhi prinsip dasar keselamatan dan kesehatan. Sirkulasi udara yang baik, pencahayaan cukup, sanitasi terpenuhi, serta struktur bangunan aman adalah modal rumah yang layak huni.

Selain aspek teknis, Nadya juga menyoroti pentingnya pemahaman hukum dalam kepemilikan dan pembangunan rumah. Bagaiman pentingnya legalitas dalam perumahan, seperti status lahan, izin pembangunan, hingga perlindungan hukumnya.
“Kami tidak hanya bicara soal bangunan, tetapi juga memberikan pemahaman dari sisi hukum. Ini yang membuat masyarakat mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dan tidak parsial,” katanya.
Dirinya berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas lagi.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti di sini. Ke depan kami ingin menjangkau lebih banyak desa, sehingga edukasi tentang rumah layak huni ini bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” harapnya. (*)