- oleh AlFahri
- 10 Februari 2025
Pemukulan gong oleh Staff Ahli Setdakab Balangan Aidinor sebagai tanda dibuka secara resmi Aruh Karasmin Pahuluan.
Balangan, Tirai Kota. - Pemerintah Kabupaten Balangan
terus mendorong pelestarian budaya lokal sebagai bagian penting dari penguatan
identitas daerah dan pendidikan karakter generasi muda.
Komitmen tersebut mendapat dukungan melalui pelaksanaan Aruh
Karasmin Pahuluan yang diinisiasi Sanggar Bulian Anum bersama Forum Komunikasi
Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi Kalimantan Selatan (FKPMIB Kalsel) di
Desa Muara Ninian, Kecamatan Juai, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut tidak
hanya menjadi ruang pertunjukan seni dan tradisi, tetapi juga menjadi sarana
merawat sejarah, menghidupkan kembali pengetahuan budaya, serta memperkenalkan
nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan, Aidinnor, mengatakan, Karasmin memiliki
makna yang lebih luas daripada sekadar kegiatan hiburan.
Menurutnya, tradisi tersebut merupakan bagian dari identitas
masyarakat Banjar yang merekam sejarah, nilai-nilai kehidupan, serta cara
masyarakat terdahulu membangun hubungan dengan lingkungan dan sesamanya.
“Karasmin bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari jati
diri masyarakat Banjar yang merekam sejarah dan cara hidup para leluhur.
Tantangan terbesar adalah bagaimana budaya ini bisa kita kenalkan kepada
generasi penerus. Ajak anak-anak kita hadir dan terlibat dalam setiap persiapan
kegiatan Karasmin ini,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan generasi muda menjadi kunci
keberlanjutan tradisi. Pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui
pertunjukan, tetapi harus dibangun melalui proses pengenalan, pemahaman, dan
keterlibatan langsung.
Karena itu, Aidinnor berharap Aruh Karasmin Pahuluan dapat
terus dikembangkan tidak hanya sebagai agenda budaya tahunan, tetapi juga
sebagai ruang edukasi, penguatan ekonomi masyarakat, serta pengembangan potensi
wisata budaya di Kabupaten Balangan.
Ketua FKPMIB Kalimantan Selatan, Ahmad Juliansyah,
mengatakan, kegiatan tersebut mendapat dukungan Kementerian Kebudayaan melalui
Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIII Kalimantan Tengah dan Kalimantan
Selatan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelestarian serta pengenalan
budaya lokal kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan dikemas dalam berbagai
bentuk, mulai dari seminar mengenai Rumah Batu sebagai salah satu aset cagar
budaya di Muara Ninian, workshop tradisi Batimung, peluncuran buku Apuah Banua
oleh Dewan Kesenian Balangan, penampilan tari Sanggar Bulian Anum, hingga
pementasan teater yang memadukan unsur tari dan musik.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar budaya tidak
hanya dipahami sebagai warisan masa lalu, tetapi juga dapat dipelajari dan
dimaknai oleh generasi masa kini.
“Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin
teredukasi untuk menjaga dan melestarikan budaya serta cagar budaya yang
dimiliki daerah. Jika tidak diwariskan dan dilestarikan, tradisi ini dikhawatirkan
akan hilang di tengah perkembangan zaman yang serba digital,” tambahnya.
Pelaksanaan Aruh Karasmin Pahuluan menjadi contoh bahwa
pelestarian budaya dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah,
komunitas budaya, organisasi kepemudaan, masyarakat, dan berbagai pihak
lainnya.
Melalui kegiatan semacam ini, Pemerintah Kabupaten Balangan
berharap nilai-nilai budaya lokal tidak berhenti sebagai dokumentasi atau
seremoni, tetapi terus hidup, dipelajari, dipraktikkan, dan diwariskan kepada
generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas masyarakat Banjar dan
kekayaan budaya Kabupaten Balangan. (*)