- oleh AlFahri
- 10 Februari 2025
Forum Komunikasi Fublik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan.
Balangan, Tirai Kota. - Serap aspirasi masyarakat
sekaligus mengevaluasi kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan, Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan menggelar Forum
Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026, di Aula Disdikbud Balangan, Kamis
(2/7/2026).
Mengusung tema Mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas,
Transparan, dan Partisipatif, forum ini dibuka oleh Kepala Disdikbud Kabupaten
Balangan, H. Abiji.
Abiji mengatakan FKP ini bertujuan menghimpun masukan dan
saran dari masyarakat sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan pelayanan publik.
Selain itu, forum tersebut juga menjadi sarana untuk memastikan masyarakat
memperoleh layanan pendidikan sesuai standar serta memahami prosedur pelayanan
yang berlaku.
“Forum ini menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan
masyarakat agar pelayanan pendidikan terus meningkat, transparan, dan sesuai
dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap berbagai masukan yang disampaikan peserta dapat
menjadi dasar penyempurnaan layanan pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten
Balangan.
Sementara itu, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan
(GTK) Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Wasimin, menilai forum tersebut menjadi
momentum penting untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di
lingkungan pendidikan.
“Kepala sekolah yang baik akan mampu menghasilkan guru-guru
yang baik di dalam sekolahnya,” katanya.
FKP 2026 ini dihadiri Ketua Dewan Pendidikan, Ketua Dewan
Kesenian, Badan Pengawas Sekolah, serta sekitar 60 perwakilan kepala satuan
pendidikan jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Balangan.
Pada kesempatan itu, Disdikbud Balangan memaparkan sedikitnya ada 13 jenis
layanan publik yang dapat diakses masyarakat, di antaranya pendampingan dana
Bantuan Operasional Sekolah (BOS), layanan informasi publik, legalisasi ijazah,
rekomendasi mutasi guru dan siswa, penggantian ijazah atau Surat Tanda Tamat
Belajar (STTB), penanganan pengaduan masyarakat, hingga rekomendasi teknis
pendirian satuan pendidikan.
Selain itu, dipaparkan pula sejumlah program prioritas
pembangunan pendidikan dan kebudayaan, seperti Program Kartu Balangan Pintar,
Beasiswa Prestasi, keikutsertaan dalam lomba PAUD, SD, dan SMP, pelatihan bakal
calon kepala sekolah (BCKS), revitalisasi bahasa daerah melalui Festival Tunas
Bahasa Ibu, pemilihan Nanang Galuh, Jelajah Cagar Budaya, pembinaan kesenian,
serta Festival Budaya Banua Sanggam.
Melalui Forum Konsultasi Publik ini, Disdikbud Balangan
berharap pelayanan publik di bidang pendidikan dan kebudayaan semakin
berkualitas, transparan, akuntabel, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat
secara optimal. (*)