- oleh AlFahri
- 10 Februari 2025
Salah satu fasilitas BAPANGKU BAMITRA yang dibangun Pemerintah Kabupaten Balangan bersama BPBD Balangan.
Balangan, Tirai Kota. - Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan meluncurkan inovasi Rumah Panggung Evakuasi
Aman Bencana Berbasis Kemitraan (BAPANGKU BAMITRA) sebagai upaya memperkuat
kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di tingkat desa.
Peresmian inovasi tersebut dilaksanakan di Desa Pupuyuan,
Kecamatan Lampihong, Rabu (8/7/2026), oleh Bupati Balangan yang diwakili oleh
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aidinnor.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, mengatakan BAPANGKU
BAMITRA merupakan inovasi berbasis kolaborasi yang mengedepankan gotong royong
antara pemerintah, pemerintah desa, dan dunia usaha.
“Ini adalah rumah panggung evakuasi aman bencana berbasis
kemitraan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan BAPANGKU BAMITRA bertujuan
memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan ketangguhan menghadapi
bencana, mendorong partisipasi masyarakat, serta memperkuat kolaborasi lintas
sektor.
“Inovasi ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi sarana
multifungsi untuk menumbuhkan kesadaran dan budaya kesiapsiagaan masyarakat
terhadap risiko bencana,” jelasnya.
Keunikan BAPANGKU BAMITRA terletak pada pola pembangunannya
yang tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga melalui skema kemitraan dengan
dunia usaha.
“Sejauh ini, konsep ini menjadi yang pertama di Kalimantan
Selatan. Bahkan berpotensi menjadi contoh di tingkat nasional karena melibatkan
dunia usaha dalam pembangunan shelter kebencanaan,” katanya.
Saat ini, telah dibangun delapan unit BAPANGKU BAMITRA di
delapan desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Lampihong, Halong dan Juai.
Selain sebagai tempat evakuasi sementara, fasilitas ini juga
difungsikan sebagai posko komando kebencanaan tingkat desa, pusat edukasi dan
pelatihan mitigasi, dapur umum, hingga ruang kegiatan masyarakat seperti
posyandu, pertemuan UMKM, dan rapat desa.
BPBD Balangan juga telah menyiapkan Standar Operasional
Prosedur (SOP) serta melengkapi fasilitas pendukung yang akan terus
dikembangkan, seperti pembangunan MCK, pengerasan halaman, dan sarana lainnya.
“Fasilitas ini sudah kami serahkan kepada pemerintah desa
agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai kegiatan masyarakat,”
tambahnya.
Dengan mengusung tagline “Mewujudkan Balangan Tangguh
Menghadapi Bencana”, BPBD Balangan berharap inovasi BAPANGKU BAMITRA dapat
diperluas ke desa-desa lain, khususnya yang memiliki tingkat kerawanan tinggi
terhadap bencana seperti banjir. (*)