- oleh AlFahri
- 10 Februari 2025
Layanan kepegawaian di Kantor BKPSDM Kabupaten Balangan.
Balangan, Tirai Kota. - Kabupaten Balangan terus
memperkuat tata kelola administrasi kepegawaian berbasis digital. Hingga 10
Juli 2026, Balangan mencatat skor 86,9 dalam implementasi Document Management
System (DMS) BKN, sekaligus menempati peringkat kedua dengan skor arsip
tertinggi di wilayah kerja Kantor Regional VIII BKN.
Capaian tersebut menempatkan Balangan hanya terpaut 1,1 poin
dari Kabupaten Tabalong yang berada di posisi pertama dengan skor 88. Keduanya
kini semakin dekat dengan kategori “Sangat Lengkap”, predikat tertinggi dalam
penilaian kelengkapan arsip digital ASN.
PIC DMS Kabupaten Balangan, Arswendi Arrisdhira, Selasa
(14/7/2026), mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi Tim DMS
BKPSDM Balangan bersama seluruh Pengelola Kepegawaian di perangkat daerah.
Menurutnya, upaya melengkapi arsip digital ASN dilakukan
secara bertahap dan terintegrasi. Tim melakukan penelusuran dokumen pada sistem
kepegawaian internal SILKa, memetakan dokumen yang telah tersedia dalam
database SIASN BKN, hingga menelusuri kembali arsip fisik, termasuk
Pertimbangan Teknis (Pertek/D2NIP).
Koordinasi dengan para Pengelola Kepegawaian juga dilakukan
secara rutin melalui grup WhatsApp. Perkembangan skor DMS masing-masing
perangkat daerah disampaikan secara berkala sebagai bahan evaluasi sekaligus
mendorong percepatan pemenuhan dokumen.
Di sisi lain, ASN juga didorong untuk mengunggah dokumen
kepegawaiannya secara mandiri melalui aplikasi MyASN.
“Kami juga membuka layanan pendampingan bagi ASN yang
mengalami kesulitan. Cukup membawa dokumen ke BKPSDM, selanjutnya tim membantu
proses pemindaian hingga pengunggahan ke sistem,” ujar Arswendi.
Upaya tersebut menunjukkan hasil positif. Dari 37 kelompok DMS
yang dinilai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Balangan, sebanyak 22 kelompok
telah mencapai kategori “Sangat Lengkap” dengan skor di atas 90.
Penilaian tersebut mencakup 33 perangkat daerah. Sementara
kelompok Puskesmas, TK, SD, dan SMP dinilai secara terpisah.
Kepala BKPSDM Balangan, Sufriannor, mengimbau ASN yang skor
DMS-nya belum maksimal agar segera melengkapi dokumen kepegawaiannya.
“Masih ada kesempatan bagi ASN untuk melengkapi dokumen
dalam mendukung terwujudnya program Satu Data ASN. Ke depan, DMS akan menjadi
fondasi berbagai layanan kepegawaian yang lebih efektif dan efisien,” katanya.
Menambahkan, PIC DMS Kantor Regional VIII BKN untuk
Kabupaten Balangan, Dian Susanti, berharap Balangan dan Tabalong dapat menjadi
instansi pertama di wilayah kerja Kantor Regional VIII BKN yang berhasil meraih
kategori “Sangat Lengkap”.
“Harapan kami Balangan dan Tabalong bisa mencapainya.
Semoga,” ujarnya.
Dengan capaian skor 86,9, Kabupaten Balangan kini hanya
membutuhkan sedikit peningkatan untuk menembus predikat tertinggi kelengkapan
arsip digital ASN. Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen Balangan
dalam membangun tata kelola kepegawaian yang semakin tertib, terintegrasi, dan
berbasis digital.
Perlu diketahui bersama, pada tingkat perangkat daerah,
Kecamatan Lampihong tercatat sebagai unit kerja dengan skor DMS tertinggi di
Kabupaten Balangan.
Kasubbag Umum dan Kepegawaian Kecamatan Lampihong sekaligus
PIC DMS Kecamatan Lampihong, Risnawati, mengatakan capaian tersebut merupakan
hasil kerja sama dan komitmen seluruh aparatur.
“Implementasi DMS membangun budaya kerja yang lebih tertib,
akuntabel, dan memperkuat koordinasi antarpegawai. Kami berharap capaian ini
dapat menginspirasi perangkat daerah lain untuk terus meningkatkan kualitas
pelayanan publik,” pungkasnya. (*)