- oleh Alfahri
- 04 April 2026
Suasana Rapat Dengar Pendapat DPRD bersama Manajemen Universitas Sapta Mandiri.
Balangan, Tirai Kota. – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Balangan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menyelesaikan persoalan pencairan beasiswa mahasiswa penerima bantuan Yayasan Sapta Mandiri, Senin (3/8/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna ini
mempertemukan perwakilan mahasiswa, pengurus Yayasan Sapta Mandiri, Bagian
Kesra Pemkab Balangan, serta jajaran anggota dewan.
Mediasi ini digelar merespons keluhan mahasiswa yang
terhambat perkuliahannya akibat tunggakan pembayaran. Salah satu perwakilan
mahasiswa Politeknik Batulicin, Muhammad Rijali, mengungkapkan biaya kuliah
mereka belum dibayarkan oleh pihak yayasan sejak Mei 2026.
Menjawab hal itu, Ketua Yayasan Sapta Mandiri, Slametno, bergeming
bahwa kendala tersebut murni akibat miskomunikasi antar-lembaga. Ia menegaskan
program ini merupakan beasiswa penuh dari yayasan, bukan program Pemkab
Balangan.
"Semua biaya dari perkuliahan, bimbingan, sidang,
hingga wisuda sepenuhnya ditanggung yayasan. Saat ini per 19 Juni 2026 sudah
ada surat dari pimpinan Politeknik Batulicin yang memastikan perkuliahan dapat
kembali dilanjutkan," terang Slametno.
Sejumlah anggota DPRD Balangan, seperti M. Ifdali, Sahbudin,
Hafiz Ansari, dan H. Rusdi, mendesak yayasan untuk memperketat koordinasi dan
transparansi informasi. Dewan meminta agar mahasiswa tidak menjadi korban
'pingpong' akibat buruknya komunikasi internal.
DPRD Balangan berharap masalah administrasi ini segera
tuntas agar para mahasiswa dapat fokus menyelesaikan studi tanpa kendala
finansial.