- oleh AlFahri
- 10 Februari 2025
Balangan, Tirai Kota. - Cegah peningkatan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Balangan, Universitas Sapta Mandiri (UNIVSM) bersama dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan gelar pelatihan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS
Bertempat di Aula Kampus UNIVSM, Rabu (5/11/2025), acara ini dihadiri perwakilan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, mahasiswa, perwakilan komunitas dan tokoh masyarakat.
Merehabilitasi status sosial tentang stigma negatif terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), peningkatkan kesadaran masyarakat Balangan mengenai bahaya dan cara penularan HIV adalah tujuan dari kegiatan ini.
Ditegaskan oleh Plt. Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Dinsos Kalsel, Yulia Kartika Sari, bahwa saat ini stigma negatif terhadap ODHA cukup memperihatinkan. Kurangnya informasi yang valid terhadap ODHA membuat penderita ini semakin terkucilkan. Maka dari itu penting adanya menekankan pentingnya menghapus stigma negatif terhadap ODHA
"Kami ingin masyarakat, terutama mahasiswa, memahami bahwa HIV tidak bisa menular hanya lewat sentuhan atau kebersamaan sehari-hari. Yang paling penting adalah empati dan pemahaman yang benar," tegasnya Yulia.
Dampak dari stigma negatif inilah yang membuat para penderitanya tak mau berobat. Takut diketahui orang banyak dan terkucilkan dari lingkungannya.
Dirinya berharap melalui kegiatan ini mahasiswa sebagai generasi muda yang berpendidikan dapat menjadi corong informasi yang benar di lingkungan kampus maupun masyarakat.
"Mahasiswa punya pengaruh besar dalam mengubah pola pikir. Kalau mereka paham dan bijak, stigma itu bisa hilang pelan-pelan," ujarnya.
Menambahkan, narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan Graha Eka Satria memberikan pemahaman secara detail tentang perbedaan mendasar antara HIV dan AIDS yang sering disalahartikan.
"HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sedangkan AIDS adalah kumpulan gejala atau sindrom yang ditimbulkan akibat kerusakan parah sistem imun oleh virus HIV. Artinya, orang yang terinfeksi HIV belum tentu langsung menunjukkan gejala AIDS, namun orang yang sudah didiagnosis AIDS sudah pasti terinfeksi HIV," jelasnya.
Eka juga menepis kekhawatiran banyak orang terhadap penyebaran HIV/AIDS di Balangan. Kekhawatiran ini dinilai cukup mendasar dikarenakan adanya laporan peningkatan kasus di daerah, termasuk yang berkaitan dengan peningkatan kasus pada kelompok Gay dan populasi kunci lainnya.
"Seseorang yang baru tertular HIV mungkin belum terdeteksi positif dan tidak menunjukkan gejala awal selama kurang lebih tiga bulan pertama. Bahkan, banyak kasus dimana penderita HIV dapat terlihat sehat tanpa gejala selama rentang 5 hingga 10 tahun. Inilah yang berbahaya, karena selama periode tersebut, virus terus merusak sistem imun dan orang tersebut berpotensi menularkan tanpa disadari," pungkasnya. (*)