- oleh Alfahri
- 15 Mei 2025
Nara sumber dari pengurus NPC Balangan memberikan materi dan masukkan untuk sistem pelatihan dan pembinaan atlet.
Balangan, Tirai Kota. – Susun langkah strategis dan
konsep pembinaan olahraga di Balangan, Komite Olahraga Nasional Indonesia
(KONI) Balangan gelar Focus Group Discussion (FGD) bertemakan “Sinergi dan
Strategi Pembinaan Olahraga dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah” di Ar-Raudah
Hotel Syariah, Rabu (20/5/2026).
Dibuka secara resmi oleh Asisten II Setdakab Balangan, FGD
ini diikuti oleh tokoh penting dunia olahraga di Balangan, pengurus cabang
olahraga (cabor) dan awak media. Dari Forum ini diharapkan hadir berbagai saran
dan masukkan yang dapat diakomodir menjadi sebuah rumusan strategi pembinaan
olahraga di Bumi Sanggam yang terstruktur dengan baik untuk peningkatan
kualitas dan prestasi atlet daerah.
Ketua Umum KONI Balangan, Muhammad Fuad Ridha, menjelaskan
kegiatan yang sedang pihak laksanakan ini adalah upaya awal kepengurusan baru
menyusun langkah-langkah strategis untuk sistem pembinaan olahraga. Dengan harapan,
terstrukturnya pola pembinaan dengan baik dan maksimal, akan terlihat progress kualitas atlet Balangan semakin meningkat.
“Ini adalah langkah awal kami untuk menghimpun berbagai
konsep dan gagasan. Harapannya nanti akan lahir rekomendasi terbaik yang bisa
diaplikasikan oleh semua cabor dan dapat disinergikan kepada seluruh pemegang
kebijakan,” ujar Fuad.
Adapun hasil dari diskusi ini tambah Fuad, nantinya akan
menjadi acuan pihaknya dalam menentukan kebijakan dan program pembinaan, juga untuk
menentukan cabor unggulan dan cabor bukan unggulan.
“Kami ingin seluruh cabor, baik reguler maupun disabilitas,
mendapatkan perhatian dan kesempatan berkembang yang sama,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, pembahasan mengenai olahraga
disabilitas menjadi salah satu perhatian utama. Selama ini, , padahal memiliki
target prestasi yang tidak kalah dengan olahraga reguler.
Dilain pihak Pengurus National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten
Balangan, Dr. Ferry, MM. RS menjelaskan bahwa pembinaan atlet disabilitas
membutuhkan perhatian khusus. Dan olahraga bagi penyandang disabilitas masih
sering dianggap sekadar aktivitas rekreasi, melainkan memiliki target pretasi
yang bisa bersaing dengan olahraga regular.
“Kebutuhan atlet disabilitas tidak hanya soal latihan,
tetapi juga menyangkut aksesibilitas dan dukungan fasilitas. Saat mewajibkan
atlet disabilitas untuk berlatih, maka semua kebutuhannya juga harus
dipikirkan. Mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga tempat latihan yang
aksesibel. Tidak mungkin atlet disabilitas dari Halong misalnya diminta latihan
ke Paringin tanpa memikirkan transportasinya,” imbuhnya.
Sang motor penggerak NPC Balangan ini tidak menampik terkait
minimnya fasilitas pendukung untuk berlatih atlet disabilitas di Balangan. Yang
mana pihaknya menyikapi dengan melakukan pola pelatihan terpusat di tingkat
provinsi dengan fasilitas latihan yang memadai dan mendapatkan hasil yang
optimal.
“Karena fasilitas kita di daerah kurang memadai, maka kami
kirim atlet kami untuk berlatih di Provinsi. Dan semua biaya yang dikeluarkan
selama proses latiahan akan ditanggung kami semua,” bebernya.
Harapan besar KONI Balangan dibawah kepengurusan baru, bisa
menentukan langkah dan strategi yang tepat untuk pembinaan olahraga di daerah
dari hasil rumusan FGD ini. Sinergi semua komponen pemerintahan, pengurus
cabor, atlet dan masyarakat Balangan dapat meningkatkan kualitas olahraga,
berprestasi dan dapat bersaing diberbagai kancah. (tk/alf).