- oleh AlFahri
- 10 Februari 2025
Balangan, Tirai Kota. - Upaya mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Balangan terus diperkuat melalui peningkatan kualitas pelaporan dan pengisian data. Salah satunya dengan menggelar evaluasi dan pendampingan akselerasi keterisian data dan informasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) di Aula I Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Balangan, Paringin Selatan, Kamis (23/7/2026).
Pertemuan diikuti perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) teknis, Pemerintah Kecamatan, dan Puskesmas, serta menghadirkan
narasumber dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini bertujuan
menyamakan pemahaman terkait pengisian data pada aplikasi Web Aksi Bangda.
Kepala Bidang Sinkronisasi Pemerintahan dan Pembangunan
Manusia Bapperida Kabupaten Balangan, Agus Minawati, mengatakan kegiatan
tersebut dilaksanakan, karena capaian penurunan stunting di Kabupaten Balangan
masih belum menunjukkan hasil yang signifikan.
"Kami ada kegiatan tentang pelaksanaan Percepatan
Penurunan Stunting di Kabupaten Balangan, dengan latar belakang kami melihat
bahwa penurunan stunting di Kabupaten Balangan itu tidak terlalu signifikan,
masih posisi tiga terendah," katanya.
Sementara itu, narasumber dari Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan, Agnes Margaretha, menjelaskan,
terdapat perubahan dalam pelaksanaan aksi konvergensi, dari delapan aksi
menjadi empat aksi utama dan dua aksi pendukung.
Ia mengatakan, pada aplikasi Web Aksi Bangda versi terbaru,
pengisian data kini juga melibatkan pihak kecamatan, yang sebelumnya hanya
dilakukan oleh SKPD di tingkat kabupaten.
"Pada aplikasi terbaru, aksi konvergensi melibatkan
tingkat kecamatan. Kalau sebelumnya penginputan hanya dilakukan oleh Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di kabupaten," jelasnya.
Agnes menambahkan, terdapat 31 indikator yang harus diinput
beserta data pendukung, seperti jumlah penduduk, jumlah balita, prevalensi
stunting, hingga ketersediaan tenaga gizi dan dokter di masing-masing wilayah.
Kelengkapan dan ketepatan data tersebut menjadi dasar
pemantauan pelaksanaan program penurunan stunting oleh pemerintah pusat
sekaligus bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun langkah
intervensi yang lebih tepat sasaran.
Melalui kegiatan ini, diharapkan proses penginputan data dapat berjalan lebih optimal sehingga dapat dipantau oleh kementerian. (*)