Minggu, 21 Juni 2026

Unjuk Gigi Tingkat Nasional, ELectriciteam SMKN 1 Paringin Bawa Pulang Empat Penghargaan


Electriciteam SMKN 1 Paringin.

Balangan, Tirai Kota. – Raih empat penghargaan dalam tiga ajang lomba tingkat nasional, perjuangan Electriciteam SMKN 1 selama sepuluh hari berbuah manis. Empat penghargaan bergengsi tingkat Nasional ini diperoleh dari tiga ajang lomba di lokasi yang berbeda.

Kepala SMK N 1 Paringin, Sukamto, menyampaikan apresiasi atas prestasi tersebut, capaian yang di raih anak didiknya ini adalah bukti dari kerja keras dan konsistensi siswa dalam menghadirkan inovasi bersaing hingga di tingkat nasional.

“Selamat dan sukses untuk tim Electriciteam SMK N 1 Paringin yang telah mengikuti LKTIN di Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan Universitas Muhammadiyah Malang serta berhasil meraih Juara 1, Best Speaker, dan Best Teamwork. Pesan untuk anak-anakku, kalian luar biasa, mantap, dan terus lanjutkan capaian ini di kesempatan berikutnya,”katanya, Rabu (3/6/2026).

Perlu diketahui bersama, beberapa prestasi tingkat nasional yang diraih antaranya,  Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional AVICENNA 2026. Lomba ini diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 9 Mei 2026 secara luring. tim Novi Norsfa, M. Ainul Ilmi, dan Muhammad Rifky Maulana berhasil meraih Juara 1 sekaligus Best Speaker melalui inovasi AKURAT 3.1 - Alat Ukur Keasaman Air Terpadu.

Kemudian pada LKTIN BISTIC X 2026 yang di selenggarakan oleh Fakultas Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang pada 12 Mei 2026. Tim Keila Mohammad Aqilqa, M. Ainul Ilmi, dan Muhammad Rifky Maulana meraih penghargaan The Best Teamwork melalui inovasi PAKAR 2.1 - Penentu Harga Karet berbasis kadar karet kering.

Lomba inovasi berbasis masalah lokal, Inovasi AKURAT 3.1 dikembangkan melihat kondisi masyarakat Kalimantan Selatan yang masih memanfaatkan air sungai. Alat ini membantu memantau pH air secara praktis dan cepat karena kualitas air sungai di beberapa wilayah sering menurun akibat pencemaran.

Dan terakhir inovasi PAKAR 2.1 lahir dari kondisi petani karet di Kalimantan Selatan. Ketidakstabilan harga karet mendorong tim mengembangkan alat penentu harga berbasis kadar karet kering agar penilaian kualitas karet lebih objektif dan efisien.

Agus Hendrianor dari Komite Light Community21 turut bangga. “Electriciteam telah membuktikan siswa SMK mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. Semoga pencapaian ini jadi motivasi untuk terus belajar, berkembang, dan berkarya serta menginspirasi teman-teman lainnya,” ujarnya.

Rynalodo, anggota Sintelnas97, menilai pembinaan Electriciteam berdampak positif berkelanjutan. Ia mencontohkan alumni Aulia Rahman yang kini bekerja di kantornya dan sudah menjadi donatur kegiatan.

“Alhamdulillah, saya senang melihat program ini membantu adik-adik berkembang. Ia mampu mengikuti ritme kerja, semangat kerja keras, tanggung jawab baik, dan sekarang jadi donatur. Semoga program ini terus berkembang,” ungkapnya.

Keberhasilan ini membuktikan siswa SMKN 1 Paringin mampu beradaptasi dan berkreasi di kompetisi nasional melalui kreativitas, kerja sama, dan semangat belajar tinggi. Prestasi ini diharapkan memotivasi siswa lain mengembangkan potensi, menghasilkan inovasi bermanfaat, dan mengharumkan nama sekolah. (*)

Super Admin

Alfahri

Silahkan Masuk untuk berkomentar pada postingan!

Anda mungkin juga suka