- oleh AlFahri
- 10 Februari 2025
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan H Rahmi.
Balangan, Tirai Kota. - Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
Balangan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus
menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi
kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Di antaranya melalui
pembentukan posko siaga, rapat koordinasi di tingkat daerah, serta pemantauan
titik panas (hotspot) secara berkala.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD
Balangan, H. Rahmi usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan
dan Lahan (Karhutla) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di Halaman Kantor
Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Senin (6/7/2026).
Ia mengatakan, setelah apel seluruh peserta akan mengikuti
rapat koordinasi di tingkat provinsi. Hasil rapat tersebut nantinya akan
menjadi acuan bagi BPBD Balangan dalam menyusun langkah-langkah kesiapsiagaan
di daerah.
“Kami akan melanjutkan hasil rapat koordinasi di provinsi
dengan menggelar rapat siaga karhutla di Kabupaten Balangan. Selanjutnya kami
akan membentuk posko siaga untuk melakukan monitoring terhadap setiap ancaman
dan potensi karhutla agar dapat ditangani sejak dini,” ujarnya.
Dalam apel kesiapsiagaan tersebut, BPBD Kabupaten Balangan
turut mengerahkan 15 personel beserta kendaraan operasional dan peralatan
penanggulangan karhutla sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapsiagaan di
tingkat provinsi.
“Hari ini BPBD Balangan ikut berpartisipasi bersama
kabupaten dan kota lainnya. Kami membawa 15 personel beserta unit dan peralatan
penanggulangan karhutla,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini kondisi di Kabupaten
Balangan masih relatif aman. Meskipun telah memasuki musim kemarau, jumlah
titik panas belum menunjukkan peningkatan yang signifikan karena beberapa
wilayah masih mengalami hujan.
“Secara umum kondisi di Kabupaten Balangan masih aman.
Walaupun sudah memasuki musim kemarau, hotspot belum begitu signifikan dan
cuaca masih sesekali turun hujan,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar
meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama dalam penggunaan api
saat membuka atau mengelola lahan.
“Kami berharap masyarakat, khususnya di Kabupaten Balangan, lebih berhati-hati dalam menggunakan api. Jangan membuka lahan dengan cara membakar agar tidak memicu kebakaran hutan dan lahan di daerah kita,” pungkasnya. (*)