- oleh AlFahri
- 10 Februari 2025
Sejumlah aparat desa mengikuti sosialisasi DESTANA yang di gelar oleh BPBD Kabupaten Balangan.
Balangan, Tirai Kota. - Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat
dalam menghadapi bencana. Salah satunya melalui kegiatan Pembinaan dan
Pengawasan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Kabupaten Balangan Tahun 2026.
Kegiatan ini digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten
Balangan dan diikuti oleh perwakilan aparat desa se-Kabupaten Balangan.
Diketahui Desa Tangguh Bencana atau DESTANA merupakan
program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan agar desa mampu
mengidentifikasi, mengelola, dan mengurangi risiko bencana secara mandiri.
Melalui pembinaan ini, aparat desa dibekali pengetahuan dan
keterampilan dalam perencanaan, pencegahan, kesiapsiagaan, hingga
penanggulangan bencana berbasis komunitas.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan materi terkait
konsep dasar DESTANA, pemetaan potensi bencana, penyusunan rencana kontingensi
desa, pembentukan tim siaga bencana, serta mekanisme koordinasi dengan BPBD dan
instansi terkait.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten
Balangan, Jumaidil Hairi, Senin (27/7/2026) menyampaikan bahwa penguatan
kapasitas di tingkat desa merupakan kunci utama dalam penanggulangan bencana.
"Bencana tidak bisa dicegah sepenuhnya, tetapi
dampaknya bisa kita minimalkan jika masyarakat dan pemerintah desa sudah siap.
Melalui program DESTANA ini kami ingin memastikan setiap desa memiliki
pemahaman yang sama, memiliki data risiko, dan memiliki rencana aksi ketika
terjadi bencana," ujarnya.
Jumaidil juga menekankan pentingnya peran aktif aparat desa
sebagai ujung tombak dalam menyampaikan informasi kebencanaan kepada
masyarakat. Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan setiap desa di delapan
kecamatan tersebut dapat segera membentuk dan mengaktifkan kembali Tim DESTANA
yang sudah ada, serta menyusun dokumen-dokumen kebencanaan desa.
"Kami berharap setelah kegiatan ini, aparat desa mampu
menjadi motor penggerak dalam membangun budaya sadar bencana di wilayahnya
masing-masing. Pemerintah daerah hadir untuk mendampingi dan melakukan
pengawasan agar program ini berjalan berkelanjutan," tambahnya.
Lebih lanjut menurutnya, kegiatan pembinaan dan pengawasan
ini juga menjadi bagian dari upaya BPBD Balangan dalam membangun jejaring
penanggulangan bencana yang kuat dari tingkat paling bawah.
Dengan desa yang tangguh, diharapkan Kabupaten Balangan
dapat lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana seperti banjir, tanah
longsor, kebakaran hutan dan lahan, serta bencana lainnya.
"BPBD Balangan berkomitmen untuk terus melakukan
pendampingan, monitoring, dan evaluasi terhadap desa-desa yang telah mengikuti
program DESTANA, agar kesiapsiagaan masyarakat benar-benar terwujud dan
berkelanjutan," tutupnya.