- oleh AlFahri
- 10 Februari 2025
Kapolres Balangan AKBP Dr. Yulianor Abdi, S.I.K., M.H bersama isteri dan anaknya.
Balangan, Tirai Kota. - Di balik ketegasan barisan seragam cokelat Polres Balangan, ada sebuah harmoni yang jarang terekspos. Sebuah perpaduan antara disiplin kepolisian dan ketulusan dunia medis. Adalah AKBP Dr. Yulianor Abdi, S.I.K., M.H., sang Kapolres Balangan, yang melangkah berdampingan dengan sang istri, Dr. dr. Vina Ariesta Dewi, M.Pd., M.Biomed (AAM)., Dipl. CIPTAC.
Keduanya bukan sekadar pasangan suami istri, melainkan duet intelektual yang membawa energi baru bagi Bumi Sanggam.
Jika Yulianor adalah pemegang komando keamanan dengan gelar Doktor Ilmu Hukumnya, maka Vina Ariesta Dewi adalah sosok intelektual dengan deretan gelar yang menunjukkan kedalaman dedikasinya di dunia kesehatan dan pendidikan.
Sebagai seorang dokter sekaligus penyandang gelar Doktor, Magister Pendidikan, hingga spesialisasi di bidang Anti-Aging Medicine (AAM) dan Biomedic, kehadiran Vina di Balangan membawa warna tersendiri. Sebagai Ketua Bhayangkari Cabang Balangan, ia tidak hanya berperan sebagai pendamping protokol, tetapi juga sebagai motor penggerak kesejahteraan keluarga besar Polri dan masyarakat sekitar.
Di tengah kesibukan membesarkan putra tunggal mereka, Raja Habibie Wantara, pasangan ini kini tengah menanti kehadiran buah hati kedua. Kehamilan ini menjadi anugerah sekaligus pengingat bahwa setiap kebijakan yang diambil hari ini di Balangan adalah untuk masa depan generasi mendatang
Slogan SETIA (Soliditas, Empati, Taat, Ikhlas, dan Amanah) yang digaungkan Yulianor di kepolisian, seolah menemukan manifestasi lembutnya dalam diri Vina. Di saat sang suami memantau program bedah rumah dan ketahanan pangan, Vina bergerak di sisi kemanusiaan dan kesehatan, memastikan bahwa aspek kesejahteraan keluarga dan sosial berjalan beriringan.
"Dukungan keluarga adalah fondasi utama," tutur Yulianor. Kehadiran Vina yang memiliki latar belakang pendidikan multidisiplin memberikan perspektif yang lebih luas bagi Yulianor dalam melihat permasalahan sosial di masyarakat.
Rencana besar Yulianor untuk menyentuh sekolah-sekolah terpencil di pelosok Balangan pada Juni 2025 ini, diakui banyak dipengaruhi oleh semangat kepedulian bersama. Vina, dengan latar belakangnya sebagai pendidik (M.Pd) dan tenaga medis, menjadi mitra diskusi yang strategis.
Bagi mereka, bantuan pendidikan bukan sekadar memberi buku atau alat tulis, tapi soal menyentuh kesehatan mental dan fisik para siswa di pedalaman. Sinergi ini menjanjikan aksi sosial yang lebih komprehensif, di mana ada keamanan yang dijaga sang ayah, di sana ada edukasi dan kesehatan yang diperhatikan sang ibu.
AKBP Dr. Yulianor Abdi dan Dr. dr. Vina Ariesta Dewi adalah potret pasangan modern yang menyeimbangkan antara karier, intelektualitas, dan pengabdian sosial. Mereka membuktikan bahwa pangkat dan gelar akademik tertinggi bukanlah sekat untuk membatasi diri, melainkan alat untuk melayani dengan lebih presisi.
Di bawah panji SETIA, pasangan ini sedang merajut cerita tentang bagaimana hukum dan kemanusiaan bisa berjalan seiring, memastikan bahwa setiap warga Balangan merasa aman dalam lindungan Polri, dan merasa hangat dalam dekapan kepedulian sosial. (fmh)