- oleh Alfahri
- 04 April 2026
Wakil Ketua I DPRD Balangan didampi oleh Wakil Ketua II dan sejumlah anggota DPRD Balangan meminta penjelasan terkait kendala klaim BPJS yang macet
Balangan, Tirai Kota. – Masalah serius melanda fasilitas kesehatan di Kabupaten Balangan. Tak hanya obat-obatan yang sempat kosong, klaim BPJS Kesehatan di beberapa Puskesmas pun mandek hingga ratusan juta rupiah.
Persoalan ini memuncak dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di
Gedung DPRD Balangan, Senin (10/8/2026), yang menghadirkan Dinas Kesehatan,
perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Barabai, RSUD Datu Kandang Haji, serta seluruh
Kepala Puskesmas se-Kabupaten Balangan.
Dari informasi yang dihimpun, klaim BPJS di sejunmlah
Puskesmas macet ratusan juta rupiah. Data di lapangan menunjukkan dampak
masalah administrasi ini tidak main-main, Puskesmas Awayan klaim BPJS yang
tertahan mencapai lebih dari Rp100 juta.
Adapun Puskesmas yang mengalami kendala dalam klaim BPJS
adalah tiga Puskesmas rawat inap di Kecamatan Awayan, Batumandi, Lampihong.
Total klaim macet diperkirakan menembus Rp300 juta.
Kepala Puskesmas Awayan, dr. Whimpy, mengaku khawatir jika
masalah ini berujung pada skema pengembalian dana, sebab hal itu akan sangat
memberatkan APBD.
Di sisi lain, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Barabai, Nancy
Agitha, menjelaskan pihaknya sudah memberi kelonggaran lewat penandatanganan
surat pernyataan agar klaim tetap bisa cair. Namun, Puskesmas harus siap
mengembalikan dana jika nantinya ditemukan temuan oleh auditor eksternal
seperti BPK atau BPKP.
Pimpinan RDP sekaligus Wakil Ketua I DPRD Balangan, M.
Rizkan, menyayangkan rumitnya birokrasi yang justru mengancam pelayanan warga. Dirinya
menegaskan, pasien tidak boleh dirugikan.
"Persoalan administrasi jangan sampai mengorbankan
masyarakat. Kalau tidak bisa melayani atau klaim BPJS, untuk apa kerja sama
ditandatangani dari awal?" tegas Rizkan.
Terkait ketersediaan obat, Dinas Kesehatan Balangan
mengklaim pasokan obat sudah mulai didistribusikan ke Puskesmas-Puskesmas
begitu nota bon diterima.
Meski begitu, DPRD Balangan menegaskan masalah ini tidak
boleh selesai hanya di atas kertas. Jika klaim BPJS dan krisis obat tak kunjung
tuntas, DPRD siap mendorong Pemkab Balangan membentuk Panitia Khusus (Pansus)
Pelayanan Kesehatan untuk membongkar akar masalahnya secara menyeluruh. (*)