- oleh AlFahri
- 10 Februari 2025
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan, Muhammad Nor melatkkan batu pertama pembangunan Langgar At-Taqwa di Desa Mamigang, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan
Balangan, Tirai Kota. – Support Pemerintah Daerah
Kabupaten Balangan terhadap kegiatan keagamaan dan infrastrukturnya sudah tidak
diragukan lagi. Berbagai bantuan telah digelontorkan untuk semua agama yang ada
di Bumi Sanggam.
Selain memberikan bantuan fasilitasi pembangunan tempat
ibadah, Pemerintah Daerah juga mengajak seluruh masyrakat untuk merawat dan
memakmurkan tempat ibadahnya.
“Kepada seluruh masyarakat, mari kita manfaatkan dengan baik
fasilitas tempat ibadah yang telah dimiliki. Makmurkan tempat ibadah dengan
berbagai kegiatan keagamaan sehingga memmbawa manfaat yang baik untuk umat dan
juga daerah,” ajak Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah
Kabupaten Balangan, Muhammad Nor, saat peletakan batu pertama pembangunan
Langgar At-Taqwa di Desa Mamigang, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan,
Provinsi Kalimantan Selatan, pada Senin (15/6/2026).
Diketahui Pembangunan langgar tersebut mendapat dukungan hibah
dari Pemerintah Kabupaten Balangan senilai sekitar Rp250 juta. Dengan bantuan
tersebut, jelas Muhammad Nor, Pemkab Balangan berharap dapat menjadi pemicu
semangat gotong royong masyarakat untuk menyelesaikan pembangunan, baik melalui
dukungan dana maupun tenaga.
“Apabila dana tersebut belum mencukupi, maka masyarakat
dapat bergotong royong, baik melalui sumbangan dana maupun tenaga. Yang
terpenting bangunan ini tetap bisa difungsikan meskipun belum selesai 100
persen,” ujarnya.
Muhammad Nor optimistis pembangunan Langgar At-Taqwa dapat
berjalan lancar dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat sehingga
segera dapat digunakan untuk kegiatan ibadah.
Sementara itu, Pengurus Langgar At-Taqwa Desa Mamigang,
Pisian, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Balangan
terhadap pembangunan rumah ibadah tersebut.
Menurutnya, bantuan yang diberikan menjadi motivasi bagi
masyarakat untuk mewujudkan langgar yang representatif dan bermanfaat bagi
warga sekitar.
“Setelah langgar ini terbangun jangan sampai dibiarkan
kosong dan rusak dimakan usia. Langgar harus diramaikan dengan aktivitas ibadah
masyarakat muslim dan terbuka untuk siapa saja yang ingin singgah beribadah.
Kami juga berharap semangat gotong royong, kebersamaan, dan toleransi yang
selama ini terjaga di Desa Mamigang dapat terus dipertahankan,” ujarnya.
Desa Mamigang yang merupakan salah satu desa di Kecamatan
Halong adalah sebagai cerminan rukun dan toleransinya antarumat beragama. Ditengah
bergamanya kepercayaan yang dianut masyarakat Halong, namun tidak sedikitpun
menimbulkan gesekan antarumat beragama. Semua hidup damai berdampingan, saling
toleransi menjalankan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing. (*)