Sabtu, 14 Maret 2026

SISIGAN KARIAU: SIMA Film Horor Lokal Karya Sineas Banua Buat Penonton Flashback Masa Lalu


Para pemain Film Sisigan Kariau: Sima bersama Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan saat diwawancarai para awak media. 

Banjarmasin, Tirai Kota. - Film pendek karya sineas muda Banua (daerah.red) berhasil memukau para penontonnya. Film bergenre horor lokal ini membuat flashback ke masa lalu tentang cerita horor yang sering diceritakan para orang tua. 

Premier pada tanggal 25 November 2025 kemarin di Kota Cinema Mall Banjarmasin. Penonton dari berbagai kalangan antusias untuk menyaksikan film yang diangkat dari kisah nyata orang Banjar. 

Film berjudul "Sisigan Kariau : Sima" Ini menampilkan aktor-aktor kawakan banua seperti Elly Rahmi salah seorang tokoh seniman di Kalimantan Selatan. Istri dari tokoh seniman kondang almarhum H. Adjim Arijadi ini berakting apik membawakan perannya. 

Ditambah dengan akting memukau dari para aktor-aktor muda seperti Bastari Bayu, Asheeqa Bastari, Azizah, Rohit Rendra, Umi Naura Al, Asyila Rahma, dan Erpan Lele. Menjadi perpaduan yang komplit mengemas film horor berdurasi 27 menit ini. 

Bastari bayu seorang penulis Novel yang juga sekaligus sutradara pada film ini menceritakan pengalaman pribadi isterinya sewaktu kecil yang kala itu berdomisili di Kabupaten HST. 

Diceritakan Bayu, sejak kecil isterinya sering mendengar suara tangisan dari luar rumah pada malam hari. Tangisan yang samar, kadang lirih, kadang terdengar seperti memanggil. Rumah mereka memang dekat hutan, dan disanalah sang  ibu menyampaikan “Itu suara Anak Sima.”

"Entah itu benar adanya atau hanya cara seorang ibu menenangkan (atau menakuti) anaknya, namun yang pasti, kepercayaan tentang Anak Sima memang hidup di masyarakat Banjar," imbuh Bayu. 

Film Sisigan Kariau : Sima ini menceritakan tentang si tokoh utama pada film ini yang setiap malam dihantui tangisan misterius, suara pilu yang terus memanggilnya tanpa alasan. 

Bersama putrinya, Ima, ia kembali ke desa untuk mencari ketenangan, namun suara itu justru semakin dekat dan mengusik hidup mereka. Tangisan itu berubah menjadi panggilan yang menuntun Bayu pada sesuatu yang telah lama tersembunyi.

"Kami bersama penyelenggara tengah merancang penayangan umum agar masyarakat Kalimantan Selatan bisa menikmati film ini. Target kami juga membawa SISIGAN KARIAU: SIMA ke festival film nasional dan internasional. Semoga film ini menemukan penontonnya, di Banua maupun di luar Banua," ujarnya. 

Erfan Lele salah seorang aktor di film ini menyebutkan rasa bangganya bisa menyelesaikan project film ini. Erfan seakan mendapatkan pengalaman baru dan menambah perbendaharaan cerita tentang horor lokal banua. 

Hadirnya film yang di produseri oleh Herpandi ini kata Erfan merupakan hasil dari program Banua Film Fund 2025 dengan tema Estetika Horor. Program ini di gagas oleh Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan melalui bidang ekonomi kreatif bersama  Forum Sineas Banua. 

Selain kepada Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, Pihaknya juga berterimakasih kepada  PH. Ruang Aktor Project, para sponsor seperti diantaranya Sponsor yang terlibat Alemo film, Ruang Aktor Acting School, Bias Studio, Baswara Sinema, Jef Banjar, Hollow lab studio, Sewa drone Kalsel, Serba nyaman Banjarmasin, Zeya official, Kancing production, Tirai Kota, SMKN 2 Banjarmasin, SMKN 1 simpang 4 Babupaten Banjar, Bias studio, Salon Seven, dan Azzam Regency, 

"Kami berharap program seperti ini ada terus ada setiap tahunnya, untuk menjadi sebuah ruang kreativitas para sineas muda Kalimantan Selatan. Juga menambah perbendaharaan cerita horor lokal atau cerita lokal lainnya yang dikemas dalam sebuah film," pungkasnya. (tk/alf) 

Super Admin

Alfahri

Silahkan Masuk untuk berkomentar pada postingan!

Anda mungkin juga suka