Minggu, 30 Agustus 2026

Urai Benang Kusut Pendidikan, DPRD dan PGRI Balangan Petakan Solusi


Wakil Ketua II DPRD Balangan menerima audiensi PGRI Balangan di ruang kerjanya.

Balangan, Tirai Kota. – Sistem zonasi yang timpang, krisis tenaga pendamping pendidikan inklusif, hingga minimnya sarana sekolah menjadi sorotan utama dalam audiensi DPRD Kabupaten Balangan bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Balangan, Kamis (9/7/2026).

Pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua II DPRD Balangan, Saiful Arif, bersama jajaran pengurus PGRI cabang SMA, SMK, SLB, dan kecamatan ini menegaskan komitmen bersama untuk membedah akar masalah pendidikan daerah secara mendasar.

PGRI menilai evaluasi zonasi mendesak dilakukan agar penerimaan siswa baru lebih adil, terutama bagi pelajar berprestasi. Selain itu, para guru menyoroti terbatasnya tenaga pendamping bagi siswa berkebutuhan khusus serta minimnya dukungan anggaran untuk operasional pembinaan dan kegiatan siswa.

Menanggapi hal tersebut, Saiful Arif menegaskan DPRD Balangan tidak akan membiarkan aspirasi ini mengendap. Pihaknya berjanji segera memanggil instansi teknis untuk mengeksekusi solusi konkret.

"Pertemuan selanjutnya kami langsung mengundang Dinas Pendidikan, Bagian Aset, dan BKPSDM. Kita petakan bersama formasi guru, jumlah siswa, hingga kebutuhan aset agar ada solusi nyata, bukan sekadar wacana," tegas Saiful.

Melalui sinergi ini, DPRD mendorong lulusan terbaik tetap bertahan membangun daerah, sekaligus menyelaraskan program daerah seperti Program 1.000 Sarjana demi mencetak SDM Balangan yang unggul dan berdaya saing. (alf)

Super Admin

Alfahri

Silahkan Masuk untuk berkomentar pada postingan!

Anda mungkin juga suka