- oleh Alfahri
- 10 November 2025
Penandatanganan berita acara dan penyerahan surat pernyataan resmi oleh Muhammad Rais Arifin kepada Ketua YSBP Enrico Vadqi Maulana, dengan disaksikan langsung oleh Rektor Univsm
Balangan, Tirai Kota – Yayasan Sapta Bakti Pendidikan (YSBP) menggelar rapat koordinasi (rakor) sekaligus klarifikasi di Kampus Universitas Sapta Mandiri (Univsm), Paringin, Senin. Langkah ini diambil guna meluruskan simpang siur informasi di media sosial dan portal berita online terkait pelaksanaan Program 1000 Sarjana.
Selain menyelaraskan data, rakor ini menghadirkan langsung
Muhammad Rais Arifin dosen tetap Univsm yang sebelumnya menjadi narasumber
pemberitaan viral tersebut guna meminta penjelasan resmi.
Ketua YSBP, Enrico Vadqi Maulana, menegaskan bahwa sejumlah
informasi yang beredar sebelumnya tidak sesuai fakta, baik secara data maupun
kondisi lapangan. Salah satunya terkait rumor dana hibah Program 1000 Sarjana.
"Tidak benar Univsm menerima anggaran Rp27 miliar per
semester secara utuh. Dana tersebut merupakan total alokasi dari Pemkab
Balangan untuk seluruh perguruan tinggi yang bekerja sama, bukan hanya untuk
Univsm," tegas Enrico.
Dalam forum tersebut, Muhammad Rais Arifin secara terbuka
menyampaikan permohonan maaf di hadapan pengurus yayasan atas kekeliruan
pernyataan yang sempat disampaikannya kepada media.
"Pernyataan saya saat diwawancarai wartawan tidak
memiliki bukti. Saya memohon maaf yang setulus-tulusnya dan berjanji tidak akan
mengulanginya lagi," ujar Rais saat membacakan surat pernyataan resminya.
Rais membantah isu terkait tunggakan gaji dosen selama lima
bulan serta tuduhan ratusan dosen yang hanya digaji Rp5 juta per bulan. Ia juga
mengaku baru memahami bahwa alokasi Rp27 miliar tersebut terbagi ke beberapa
kampus penyedia Program 1000 Sarjana Balangan.
Tak hanya itu, klarifikasi juga melingkupi isu fasilitas dan
aset kampus. Bangunan rumah dan kendaraan di sekitar kampus dibeli yayasan
sejak 2023, sehingga tidak ada kaitannya dengan dana Program 1000 Sarjana yang
baru berjalan pada 2024.
Kemudian fasilitas kuliah, r uang kelas sudah dilengkapi AC,
penerangan memadai, serta proyektor standar perkuliahan seharga Rp1,5 juta
(bukan Rp300 ribu seperti isu yang beredar).
Rektor Univsm, Abdul Hamid, menyambut baik rakor ini sebagai
momentum pembenahan dan pembelajaran berharga bagi seluruh elemen kampus agar
lebih bijak dan akurat sebelum menyampaikan informasi ke publik.
"Ini jadi pelajaran bagi kita semua agar tidak
mengeluarkan pernyataan tanpa bukti yang valid. Univsm tetap berkomitmen
menjalankan Program 1000 Sarjana demi mendukung Pemkab Balangan mencetak SDM
berkualitas," pungkas Abdul Hamid.
Rakor diakhiri dengan penandatanganan berita acara dan
penyerahan surat pernyataan resmi oleh Muhammad Rais Arifin kepada Ketua YSBP
Enrico Vadqi Maulana, dengan disaksikan langsung oleh Rektor Univsm. (*)