- oleh Alfahri
- 04 April 2026
36 Pengasuh TPA dari Kabupaten Tabalong dan Balangan nampak antusias mengikuti pelatihan Sistem Belajar Mandiri (SIBIMA) yang terintegrasi dengan program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) .
Balangan, Tirai Kota. – Peran Taman Penitipan Anak (TPA) kini tak lagi sekadar tempat 'menitipkan' buah hati saat orang tua bekerja. Lebih dari itu, pengasuh TPA memegang posisi krusial dalam pemenuhan gizi dan pencegahan stunting sejak dini.
Menyadari pentingnya peran tersebut, sebanyak 36 pengasuh
TPA dari Kabupaten Tabalong dan Balangan dibekali pelatihan Sistem Belajar
Mandiri (SIBIMA) yang terintegrasi dengan program Taman Asuh Sayang Anak
(TAMASYA). Kegiatan ini berlangsung di Guest House Dahai PT Adaro Indonesia
pada Kamis (10/9/2026).
Melalui agenda ini, para peserta mendapatkan pembekalan
materi Bina Keluarga Balita Eliminasi Masalah Anak Stunting (BKB Emas), yang
berfokus pada teknik pengasuhan berkualitas, responsif, aman, serta mendukung
tumbuh kembang anak secara optimal.
Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga BKKBN Provinsi
Kalimantan Selatan, Azwin Rakhman Diny, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas
pengasuh merupakan langkah krusial di tengah tingginya mobilitas orang tua
bekerja.
"TPA tidak cukup hanya menjadi tempat menitipkan anak.
Lingkungan TPA harus mampu mendukung tumbuh kembang dan memenuhi kebutuhan
dasar anak, terutama dalam mencegah risiko stunting akibat kekurangan
gizi," ujar Azwin.
Ia menambahkan, keterbatasan waktu interaksi antara orang
tua dan anak membuat TPA menjadi lingkungan kedua yang sangat menentukan bagi
tumbuh kembang balita.
Sementara itu, CSR Section Head PT Adaro Indonesia, Aan
Nurhadi, menyampaikan apresiasi atas sinergi bersama BKKBN Kalsel. Ia menuturkan
bahwa komitmen pembinaan pendidikan anak usia dini di wilayah operasional Adaro
telah berjalan berkelanjutan melalui program PAUD Berkarakter bersama Indonesia
Heritage Foundation dan Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN).
"Pelatihan SIBIMA dan TAMASYA ini merupakan wujud
sinergi kami untuk terus mendorong kapasitas para pengasuh. Semoga pengetahuan
dan keterampilan yang didapat bisa langsung diterapkan di TPA
masing-masing," ungkap Aan menyampaikan pesan dari CSR Department Head PT
Adaro Indonesia, Iwan Ridwan.
Sebagai informasi, sebanyak 36 peserta yang hadir merupakan perwakilan dari lima lembaga, yakni TK Tunas Bangsa Balangan, PAUD Sekolah Alam Sabarakawa Tabalong, TPA Rumah Semut Tabalong, PAUD Avicenna Tabalong, dan Sekolah Kembang Tumbuh Anak (SKTA) Smartkey Islamic Montessori. (*)
Advertorial