- oleh AlFahri
- 30 Januari 2025
Banjarmasin,Tirai Kota. — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa kini memasuki fase pencarian masif. Tim SAR Gabungan mengerahkan armada penuh dari darat, laut, hingga udara setelah kapal penumpang tersebut sempat melaporkan perubahan kemiringan kapal (center of gravity) sebelum akhirnya tenggelam.
Posko SAR Nasional mengonfirmasi bahwa awak kapal sempat
memancarkan sinyal radio bantuan serta mengaktifkan Emergency Position
Indicating Radio Beacon (EPIRB) saat cuaca buruk menerjang di tengah laut.
"Lantaran lokasi kejadian berjarak sekitar 6 jam
perjalanan laut dari Banjarmasin, Kantor SAR Banjarmasin berkoordinasi dengan
Basarnas Command Center untuk langsung menerbitkan status kedaruratan (declare
emergency) ke seluruh lalu lintas pelayaran di Laut Jawa," tulis Posko SAR
Nasional dalam siaran pers resminya, Minggu (13/9/2026).
Untuk memaksimalkan upaya evakuasi, Basarnas memimpin
pergerakan alut (alat utama) secara besar-besaran melibatkan TNI, Polri,
Kementerian Perhubungan, hingga BNPB.
Di jalur laut, Basarnas mengerahkan kapal SAR dari tiga
posko utama, yaitu Banjarmasin, Surabaya, dan Makassar. Pihak TNI AL turut
menerjunkan 4 KRI ke titik koordinat kejadian, dibantu oleh 4 kapal niaga yang
berada di sekitar lokasi untuk mengevakuasi para korban di laut.
Sementara di udara, penyisiran dilakukan secara intensif
menggunakan pesawat Basarnas (Skuadron 400 TNI AL Surabaya), pesawat CN-235
milik TNI AL, pesawat Karavan BNPB, serta 1 helikopter Polri.
Pihak Basarnas menegaskan bahwa seluruh data korban masih
terus dikompilasi secara dinamis di lapangan. Mengenai penyebab pasti
kecelakaan, hal tersebut nantinya akan diinvestigasi secara mendalam oleh
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) setelah seluruh proses evakuasi
rampung. (*)