- oleh AlFahri
- 30 Januari 2025
Banjarmasin, Tirai Kota. — Tim SAR Gabungan terus memaksimalkan pencarian korban
tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Hingga Minggu (13/9/2026)
siang, sebanyak 108 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara
132 orang lainnya masih dalam proses pencarian intensif.
Berdasarkan pembaruan data resmi, kapal rute Pelabuhan Tanjung
Perak Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin tersebut membawa total 240
orang (Person on Board),
terdiri dari 210 penumpang dan 30 awak kapal.
"Penambahan 22 korban selamat terbaru berhasil dievakuasi
oleh KM Cahaya Bahari Jaya pada pukul 10.45 WIB. Saat ini total korban selamat
tercatat 108 orang," ungkap pihak Tim SAR Gabungan dalam keterangan
resminya, Minggu (13/9/2026).
Sebelumnya, sejumlah kapal melintas juga bergerak cepat
menyelamatkan para survivor di sekitar lokasi kejadian. Rincian armada penolong
meliputi TB Mauhaw IX yang mengevakuasi 16 orang (15 selamat, 1 meninggal
dunia), TB TCP sebanyak 38 orang selamat, serta MV Haida yang menyelamatkan 32
orang.
Seluruh titik koordinat ditemukannya para korban selamat kini
dijadikan data acuan (datum)
tambahan untuk memperbarui peta area pencarian (SARMAP).
Operasi penyelamatan dilakukan secara masif melalui jalur laut dan udara. Armada utama Basarnas, seperti KN SAR 249 Permadi dan KN SAR Laksmana 241, langsung bermanuver menyisir titik koordinat LKP (Last Known Position) di lokasi 04°31'51.82" LS -114°02'06.88" BT . Pemantauan udara juga diperkuat dengan pengerahan satu unit helikopter Basarnas.
Pencarian di lapangan didukung kondisi cuaca yang relatif
bersahabat. Berdasarkan data BMKG di lokasi operasi, cuaca terpantau berawan
dengan kecepatan angin tenggara 15–25 knots dan tinggi gelombang kategori
sedang berkisar 0,4 hingga 0,9 meter.
SAR Mission Coordinator (SMC) Basarnas Banjarmasin, I Putu
Sudayana, mengimbau masyarakat dan keluarga korban untuk tidak terpancing oleh
isu liar atau video yang belum terverifikasi di media sosial.
"Kami minta masyarakat dan rekan media untuk tidak
menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya agar tidak
menimbulkan keresahan bagi keluarga korban. Informasi resmi akan terus kami
perbarui secara berkala," tegas Putu. (alf)